Blindness
📘 About This Book
Tidak ada makanan, tidak ada air, tidak ada pemerintah, tidak ada kewajiban, tidak ada aturan. Temukan visi distopia yang mengerikan dan sangat prescient dari salah satu penulis terbesar Eropa. Seorang pengemudi yang menunggu di lampu lalu lintas menjadi buta. Seorang dokter mata mencoba mendiagnosis kebutaan putih yang khas ini, tetapi ia sendiri terkena dampaknya sebelum sempat membaca buku teks medis. Ini menjadi wabah yang menyebar ke seluruh kota. Dalam upaya membendung epidemi, pihak berwenang mengumpulkan para korban ke dalam rumah sakit jiwa di mana bangsal-bangsalnya diteror.
📖 Ringkasan
Blindness karya José Saramago dimulai dengan epidemi 'kebutaan putih' yang tidak dapat dijelaskan, yang dengan cepat melahap kota tanpa nama. Saat pemerintah berjuang untuk menahan wabah tersebut, para korban pertama dikumpulkan dan diinternir di rumah sakit jiwa yang kotor dan penuh sesak. Di antara mereka ada seorang wanita yang tetap bisa melihat tetapi berpura-pura buta agar bisa tetap bersama suaminya. Tindakan tipu daya ini menjadi panggung bagi penurunan yang mengerikan menuju kekacauan, karena hilangnya penglihatan melucuti lapisan peradaban. Di dalam rumah sakit jiwa, para tahanan dibiarkan dengan nasib mereka sendiri, yang menyebabkan munculnya dinamika kekuasaan yang brutal, kelaparan, dan kekerasan seksual. Wanita yang bisa melihat itu menjadi pemimpin diam, melakukan tindakan keberanian mendalam dan kekuatan moral untuk melindungi keluarga daruratnya. Akhirnya, tatanan internal fasilitas tersebut runtuh dalam kobaran api, memungkinkan para protagonis melarikan diri ke kota yang telah menjadi lanskap sunyi dan tak dapat dikenali. Saat kelompok tersebut mengembara melalui reruntuhan, mereka menyaksikan...
🎯 Pelajaran Utama
💬 Kutipan Penting
"I think we are blind, Blind but seeing, Blind people who can see, but do not see."
"Inside us there is something that has no name, that something is what we are."
"The difficulty is not so much in being blind as in being unable to bear blindness."
"Fear is a blind man's best friend."
"If, before every action, we were to begin by weighing up its consequences, we should never do anything at all."
"Words are like the wind, they come and go, they are not tangible, they are not solid, they are not what they seem."
⚖️ Kelebihan & Kekurangan
✅ Kelebihan
Gaya penulisan alegoris yang jenius dan menggugah pikiran.
Ketegangan psikologis yang sangat mencekam sepanjang narasi.
Eksplorasi mendalam tentang sifat manusia di bawah paksaan ekstrem.
⚠️ Kekurangan
Tanda baca yang padat dan tidak konvensional mungkin sulit diikuti oleh sebagian pembaca.
Berisi adegan yang sangat grafis dan mengganggu yang mungkin tidak disukai sebagian orang.
✍️ About the Author
José Saramago (1922-2010) was a Portuguese author and Nobel Prize laureate known for allegorical novels including 'Blindness'.
View all books →❓ Pertanyaan Umum
Apakah buku ini layak dibaca? +
Ya, ini dianggap sebagai mahakarya modern, meskipun temanya yang berat memerlukan pembaca yang siap untuk pengalaman yang intens dan menantang secara emosional.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membacanya? +
Buku ini memiliki sekitar 320-350 halaman; bagi pembaca rata-rata, biasanya memakan waktu 8 hingga 12 jam untuk menyelesaikannya.
Apa pesan utamanya? +
Pesan utamanya adalah bahwa kemampuan manusia untuk 'melihat'—baik secara harfiah maupun metaforis—adalah fondasi dari moralitas dan struktur sosial kita.








