Through the Looking-Glass
📘 About This Book
Melangkahlah menembus cermin ke dalam negeri ajaib surealis yang menentang logika, tempat aturan realitas sehari-hari tidak lagi berlaku. Karya klasik sastra anak dan fantasi ini membawa pembaca dalam perjalanan imajinatif melalui lanskap yang distrukturkan seperti permainan catur raksasa, yang didiami oleh karakter-karakter eksentrik, puisi-puisi berkesan, dan bait-bait omong kosong terkenal yang telah menyenangkan generasi pembaca. Memadukan permainan kata yang unik dengan nuansa filosofis yang cerdas, narasi ini mengeksplorasi tema identitas, persepsi
📖 Ringkasan
Melangkahlah menembus cermin ke dalam negeri ajaib surealis yang menentang logika, tempat aturan realitas sehari-hari tidak lagi berlaku dalam mahakarya abadi Lewis Carroll, Through the Looking-Glass. Diterbitkan dalam edisi ringkas tahun 2018 ini, karya klasik sastra anak dan fantasi ini membawa pembaca dalam perjalanan imajinatif melalui lanskap aneh yang terstruktur sepenuhnya seperti permainan catur raksasa. Saat sang protagonis menjelajahi domain yang membingungkan ini, ia menemui sejumlah karakter eksentrik, puisi yang tak terlupakan, dan bait omong kosong terkenal yang telah menyenangkan generasi pembaca di seluruh dunia. Memadukan permainan kata yang unik dengan nuansa filosofis yang cerdas, narasi ini mengeksplorasi tema mendalam tentang identitas, persepsi, dan sifat aneh dari logika orang dewasa jika dilihat melalui mata polos seorang anak. Perjalanan ini bukan sekadar penyeberangan fisik dari dunia cermin, tetapi latihan mental dalam mempertanyakan kebenaran mutlak dari realitas kita sendiri. Kejeniusan Carroll bersinar melalui akrobatik linguistik
🎯 Pelajaran Utama
💬 Kutipan Penting
"Why, sometimes I've believed as many as six impossible things before breakfast."
"It's a poor sort of memory that only works backwards."
"When I use a word, it means just what I choose it to mean—neither more nor less."
"The rule is, jam to-morrow and jam yesterday—but never jam to-day."
"Life, what is it but a dream?"
"Now, here, you see, it takes all the running you can do, to keep in the same place."
⚖️ Kelebihan & Kekurangan
✅ Kelebihan
Menangkap pesona abadi dan absurditas yang menyenangkan dari teks asli
Menampilkan bait omong kosong terkenal dan puisi yang tak terlupakan
Memadukan permainan kata yang unik dengan nuansa filosofis yang cerdas
Format ringkas menjadikannya tambahan yang mudah diakses untuk koleksi fiksi klasik apa pun
⚠️ Kekurangan
Edisi ringkas tahun 2018 mungkin menghilangkan beberapa bagian singgung yang lebih panjang dari teks asli
Bait omong kosong dan logika surealis mungkin tidak menarik bagi pembaca yang menyukai alur cerita langsung
✍️ About the Author
Lewis Carroll, the pen name of Charles Dodgson (1832-1898), was an English author best known for 'Alice's Adventures in Wonderland' and its sequel 'Through the Looking-Glass', celebrated for their whimsical logic and wordplay.
View all books →❓ Pertanyaan Umum
Apa premis utama dari Through the Looking-Glass? +
Sang protagonis melangkah menembus cermin ke negeri ajaib surealis yang terstruktur seperti permainan catur raksasa.
Tahun berapa edisi khusus ini diterbitkan? +
Edisi ringkas ini diterbitkan pada tahun 2018.
Berapa halaman dalam edisi ini? +
Edisi ini berisi 64 halaman.
Unsur sastra apa yang menonjol dalam buku ini? +
Buku ini menampilkan permainan kata yang unik, puisi yang berkesan, dan bait omong kosong yang terkenal.
Tema mendasar apa yang dieksplorasi oleh narasi tersebut? +
Narasi ini mengeksplorasi tema identitas, persepsi, dan sifat aneh dari logika orang dewasa.













