Everlasting Man
Large Print Edition
📘 About This Book
Pertama kali diterbitkan pada tahun 1925, karya klasik apologetika Kristen ini menawarkan survei filosofis dan historis yang luas mengenai umat manusia dan hubungannya dengan yang ilahi. Ditulis sebagai tanggapan langsung terhadap teori-teori evolusioner sekuler tentang sejarah, terutama yang dipopulerkan oleh H.G. Wells, teks ini berargumen bahwa umat manusia secara fundamental berbeda dari dunia hewan dan bahwa Kekristenan adalah puncak logis utama dari sejarah manusia, bukan sekadar agama mitos lainnya. Paruh pe
📖 Ringkasan
Pertama kali diterbitkan pada tahun 1925, karya klasik apologetika Kristen karya Gilbert Keith Chesterton, The Everlasting Man, menawarkan survei filosofis dan historis yang luas mengenai umat manusia dan hubungannya dengan yang ilahi. Ditulis sebagai tanggapan langsung terhadap teori-teori evolusioner sekuler tentang sejarah yang populer pada saat itu, terutama yang diajukan oleh H.G. Wells, teks ini berargumen dengan penuh semangat bahwa umat manusia secara fundamental berbeda dari dunia hewan. Chesterton menantang pandangan materialistis murni tentang asal-usul manusia dengan menyatakan bahwa sifat artistik, moral, dan spiritual manusia tidak dapat direduksi menjadi sekadar evolusi biologis. Buku ini dibagi menjadi dua bagian, masing-masing membahas cakupan besar sejarah dan pemikiran manusia dari perspektif ortodoks tradisional. Paruh pertama dari jilid ini mengkaji asal-usul manusia, kebangkitan peradaban kuno, dan sejarah komparatif agama serta filosofi dunia. Chesterton membimbing pembaca melalui mitologi pagan, u
🎯 Pelajaran Utama
💬 Kutipan Penting
"The most extraordinary thing about this man is that he is a man at all; it is his normality that is abnormal."
"Art is the signature of man."
"If a man is not allowed to make a fool of himself, he is not allowed to make anything."
"Christianity has not been tried and found wanting; it has been found difficult and left untried."
"To be a man is to be placed in a dilemma; to be a Christian is to be in the only position that can deal with it."
"It is the test of a good religion that you can make jokes about it."
⚖️ Kelebihan & Kekurangan
✅ Kelebihan
Menawarkan gaya penulisan yang sangat jenaka dan menarik yang membuat filosofi kompleks dapat diakses.
Menyediakan perspektif tingkat makro yang unik mengenai sejarah dunia dan agama komparatif.
Menantang asumsi materialistis arus utama dengan argumen tandingan yang kreatif dan kuat.
Berfungsi sebagai landasan abadi dari literatur apologetik Kristen dan Katolik tradisional.
⚠️ Kekurangan
Beberapa interpretasi historis dan antropologis mencerminkan bias awal abad kedua puluh.
Prosa filosofis yang padat terkadang dapat menjadi tantangan bagi pembaca modern untuk dinavigasi.
✍️ About the Author
G. K. Chesterton (1874-1936) was an English author known for witty, philosophical writing, including the 'Father Brown' detective stories and 'Orthodoxy'.
View all books →❓ Pertanyaan Umum
What is the main argument of The Everlasting Man? +
Buku ini berargumen bahwa manusia secara fundamental berbeda dari hewan dan bahwa Kekristenan adalah puncak logis dari sejarah manusia.
Who is the author of this book? +
Buku ini ditulis oleh penulis dan apologis Inggris terkenal Gilbert Keith Chesterton.
When was The Everlasting Man first published? +
Karya ini awalnya diterbitkan pada tahun 1925.
What prompted Chesterton to write this book? +
Buku ini ditulis sebagai tanggapan langsung terhadap teori-teori evolusioner sekuler tentang sejarah yang dipopulerkan oleh H.G. Wells.
What topics are covered in the second half of the book? +
Paruh kedua mengeksplorasi kehidupan, dampak, dan klaim unik dari Jesus Christ, beserta fondasi historis Gereja.












