A child called "it"
📘 About This Book
A harrowing memoir of survival against unimaginable odds, this book exposes one of the most severe cases of child abuse in California history through the eyes of a young boy who refused to let his spirit be broken. Stripped of his name, his dignity, and basic human necessities by the very person who should have protected him, the author recounts a childhood spent enduring systematic torture as a household slave. Yet, beneath the chilling accounts of cruelty lies an extraordinary testament to resilience, capturing how a child's inner strength and desperate hope for tomorrow kept him alive in a living hell.
📖 Ringkasan
A Child Called "It" adalah memoar yang menyayat hati dan mendalam karya Dave Pelzer yang mencatat masa kecilnya sebagai korban dari salah satu kasus pelecehan anak paling parah dalam sejarah California. Buku ini merinci penyiksaan sistematis yang diderita Pelzer di tangan ibunya, Catherine Roerva Pelzer, yang berubah dari orang tua yang penuh kasih menjadi penyiksa yang alkoholik dan kasar. Pelzer menggambarkan kehidupannya sebagai "budak" di rumahnya sendiri, merinci bagaimana ia dibiarkan kelaparan, dipukul, dibakar, dan dipaksa tidur di ruang bawah tanah yang lembap sementara saudara-saudaranya hidup dalam kenyamanan. Dirampas dari makanan, kebersihan dasar, dan dukungan emosional, Pelzer diperlakukan bukan sebagai seorang anak, melainkan sebagai objek—maka muncullah judul "It" (Benda/Itu). Terlepas dari keadaan yang mengerikan, narasi ini terutama merupakan kisah tentang bertahan hidup dan sifat gigih dari jiwa manusia. Pelzer merinci bagaimana ia mengembangkan berbagai strategi untuk menanggung rasa sakit fisik dan degradasi psikologis, berpegang pada secercah harapan bahwa suatu hari ia akan lolos dari cengkeraman ibunya.
🎯 Pelajaran Utama
💬 Kutipan Penting
"I was a boy with no name. I was 'It'. Just an object. A toy to be kicked and played with."
"I had to learn to shut my mind off, to retreat into a world where she couldn't hurt me."
"I am a living testament that no matter what your background is, or what you have been through, you can succeed."
"I knew that if I could just hold on, if I could just survive this day, there would be a tomorrow."
"Mother had become a stranger, a monster who had forgotten how to love me."
"The more she hurt me, the more I decided I was going to survive. I wouldn't let her kill my spirit."
⚖️ Kelebihan & Kekurangan
✅ Kelebihan
Penceritaan yang memikat dan kuat yang membuat pembaca tetap terpikat.
Memberikan perspektif yang langka dan tanpa filter mengenai pengalaman pelecehan anak.
Menginspirasi empati dan kesadaran mengenai perlindungan anak.
⚠️ Kekurangan
Berisi konten yang sangat grafis dan mengganggu yang dapat memicu trauma (triggering).
Sifat pelecehan yang tak kenal ampun dapat melelahkan secara emosional bagi pembaca.
✍️ About the Author
❓ Pertanyaan Umum
Apakah buku ini layak dibaca? +
Ya, bagi mereka yang sanggup mengatasi materinya, buku ini adalah bacaan yang sangat mengharukan dan esensial yang menyoroti pentingnya advokasi anak.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membacanya? +
Buku ini memiliki panjang sekitar 180-200 halaman, biasanya membutuhkan waktu 3-5 jam bagi pembaca rata-rata untuk menyelesaikannya.
Apa pesan utamanya? +
Pesan utamanya adalah kekuatan jiwa manusia untuk bertahan hidup dan melangkah maju, bahkan setelah mengalami pelecehan yang mengerikan.





